CLICK HERE FOR THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

Senin, 04 Agustus 2008

Hari Seninku, Penuh Ekspresi!

Entah kenapa hari Senin ini aku bahagia banget. Yup, akhirnya tugas Bahasa Indonesiaku selesai juga. Sebenarnya tugas ini sulit banget buat aku soalnya aku dan teman – teman harus menceritakan pengalaman pribadi selama liburan di depan kelas secara lisan dan tanpa teks! Karena aku orangnya emang gak PDan jadinya aku cuma bisa duduk diam menyaksikan cerita teman – temanku. Padahal aku sudah mensugesti diri aku sendiri, ‘Ayo Myth! Kamu pasti bisa. Ayo maju!’.

Dan setiap siswa yang telah menceritakan pengalamannya harus dikomentari oleh siswa – siswa yang mendengarkan, misal, dari ceritanya, ekspresi, EYD, dan fokus tidaknya kepada penonton. Itu semua semakin membuat aku nggak pd. Apalagi komentar – komentar yang diberikan ke sebagian siswa yang telah bercerita lumayan pedas, seperti bahasa yang digunakan ada yang tidak baku, matanya kemana – mana tidak fokus ke penonton, banyak kata yang diulang – ulang, sering mengucapkan kata eee, dll. Waduh, pedas amat ya mengomentari cerita teman sendiri. Aku sendiri dari tadi hanya bisa duduk manis, tanpa ada keberanian untuk maju atau mengomentari cerita yang dibawakan teman. Aku cuma bisa iri melihat raut wajah lega teman – temanku yang sudah maju di depan dan sepertinya mereka tidak terlalu memusingkan komentar – komentar itu.

“ya,siapa yang mau maju lagi?” kata guruku. Oia, kami maju ke depan kelas bukan dipanggil oleh guru sesuai nama urutan absen, tapi berasal dari kemauan kami sendiri, karena itu berpengaruh terhadap nilai afektif /keaktifan kami. Suasana sunyi, tiba – tiba teman sebangku ku memberanikan diri untuk maju. Dan berhasil! Dia berhasil menceritakan pengalaman dengan baik dan komentar yang diberikan padanya tidak terlalu buruk. Entah kenapa tiba – tiba rasa keberanian itu muncul. Dan, ya! Aku maju, aku maju dan siap bercerita di depan kelas. Salam pembuka ku ucapkan. Mereka menjawab dengan malas – malasan, maklum karena jam pelajaran terakhir dan siang yang terik dan panas membuat mereka sedikit menahan kantuk. Akhirnya aku mulai menceritakan pengalaman liburanku dan berusaha semaksimal mungkin agar mendapat nilai yang baik dan komentar yang bagus dari teman – teman. Aku nggak nyangka, ternyata mereka cukup terbawa dengan cerita yang aku bawakan, dari yang tadinya ngantuk menjadi ketawa ngakak karena mendengar ceritaku yang menurutku nggak lucu – lucu amat. Entah apakah karena sikap tubuhku yang nggak bisa tenang atau gara – gara ekspresiku yang terlalu lebay karena ingin berusaha tampil semaksimal mungkin.

‘sekian dan terima kasih’. Itulah kata –kata yang dari tadi ingin aku ucapkan, teman – temanku bertepuk tangan mengiringi perjalananku kembali ke tempat duduk. Ah, lega banget! “Siapa yang ingin menanggapi cerita tadi?” Tanya guruku. Salah satu temanku tunjuk tangan, aku pasrah saja kalau komentarnya nanti nggak bagus – bagus amat, yang penting aku sudah maju. “Ekspresinya sudah bagus, membuat kita yang mendengarnya menjadi terbawa ke dalam cerita itu. Dan EYDnya juga sudah bagus.” Kira – kira itulah komentar yang kudengarkan. What?! Aku nggak nyangka dan langsung bersyukur sama Allah, ternyata ceritaku dihargai juga sama teman – temanku. Dari yang kukira bakal dapat komentar pedas minta ampun ternyata berubah menjadi komentar yang semakin melegakan aku karena sudah terbebas dari tugas itu. “waduh Myth,sudah ku bilang kan, ceritamu tu seru. Tapi kau tadi cerita kaya’ anak kecil sih..Tapi tadi bagus dan lucu.” kritik Juliana, teman sebangku ku. Nggak apa2 deh, yang penting aku sudah menyelesaikan tugas n dapat nilai tentunya!!!

0 komentar: