Minggu ini ada 2 hari yang membekas di hati saya . Yang satu hari penuh musibah dan satunya lagi hari penuh berkah dari allah.
Hari Senin : My Worst Day
Bagaimana nggak? Musibah itu datang sejak pagi sebelum berangkat sekolah. Lagi enak-enaknya mo sarapan, nggak tau kenapa tiba – tiba lengan saya menyenggol segelas susu coklat bikinan saya yang lagi hangat – hangatnya. Tumpahnya tepat di rok saya yang sudah susah – susah saya setrika (apalagi lipatannya itu lho).. ditambah seragam putih yang masih wangi itu juga terciprat, ya walaupun cuma sedikit. Ah, hilang sudah kepercayaan diri untuk pergi ke sekolah. Apalagi habis itu saya kena marah sama ibu saya.. Belum lagi noda coklat bekas susu tumpah itu dan aroma khasnya yang nggak bisa hilang. Alhasil, di sekolah teman – teman pada nanyain, tentu saja setelah saya jelaskan mereka menjawab , “ya ampyun…” dengan muka setengah kasihan. Musibah alias kesialan kembali datang lagi menghampiri di sekolah. Waktu pelajaran seni, betapa terkejutnya saya karena nilai ulangan yang tidak mencapai standar, jadinya harus remedial lagi! Benar – benar sudah tak ada kekuatan lagi bagi saya menjalani hari itu di sekolah. Musibah..musibah…lagi – lagi musibah. Malam harinya saya harus bergelut dengan PR Fisika yang susahnya setengah hidup dan mati! Di tambah besoknya adalah ulangan fisika yang materinya tidak saya mengerti sama sekali. Benar – benar lengkaplah sudah penderitaan saya di hari itu.
Hari Sabtu : My Luckiest Day
Hari Sabtu memang identik dengan kegembiraan dan keberuntungan. Sama dengan yang dialami oleh saya. Dengan langkah percaya diri saya masuk ke kelas. Tiba – tiba saya akan teringat akan sesuatu, Ya Ampun!!!Saya lupa bawa kamus! Apalagi hari itu ada pelajaran bahasa Inggris..Ya sudah, akhirnya saya pasrah saja. Akhirnya pelajaran jam pertama dimulai. Tak berapa lama kemudian ketua kelas X – A masuk ke kelaas kami, rupanya dia memberi kabar kalau hari itu guru bahasa Inggris berhalangan hadir, jadi kami diberi tugas hari itu. Terima kasih ya Allah..Akhirnya siksaan tidak membawa kamus sudah selesai. Bel istirahat. Saya sudah siap – siap melangkah ke pelajaran berikutnya, yang saya kira pelajaran bahasa Indonesia. Jantung saya dag-dig-dug ketika teman – teman sekelas berhenti di ruang M1, Matematika! Astaga!!!! Saya lupa bawa buku strimin! Lagi – lagi saya hanya memasrahkan ini semua pada Allah. Setelah itu bel masukan dibunyikan. Guru Matematika kami juga berhalangan hadir, dan tentu saja kami juga diberi tugas. Jantung saya tak henti- hentinya berdegup kencang, kalau – kalau tugas ini nantinya dikumpul, apalagi saya kan tidak membawa buku strimin yang notabene adalah buku wajib di pelajaran itu.. Alhamdulillah..Thanks God, tugas itu ternyata tidak dikumpul. Tak henti – hentinya saya bersyukur pada Allah saat itu. Karunia itu tak henti – hentinya datang. Pulang sekolah saya pulang sendirian.sudah jalan kaki, cuaca panas lagi! Tiba – tiba saat saya berjalan menyusuri gang kecil, seorang gadis yang sedang mengendarai motor, menyapa saya, “hai Myth..” Rupanya itu tetangga saya . Hati senangnya bukan main ketika dia menawari saya untuk diantar pulang olehnya. Paling nggak bisa mengurangi rasa lelah sehabis pulang sekolah. Alhamdulillahirabbil’alamin…
Sabtu, 03 November 2007
I Hate Monday , I Love Saturday
Diposting oleh Mytha Sabrina di 20.16.00
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





1 komentar:
Hari keberuntunganku hari kamis ama sabtu, pelajarannya nyantei banget...
Posting Komentar